Jalan Rusak Parah, Warga Di Desa Karang Bolong Kecamatan Cigeulis Belum Merasakan Merdeka Sepenuhnya

(UJUNGKULON FM) – Infrastuktur jalan merupakan lokomotif untuk menggerakan pembangunan ekonomi masyarakat, Selain itu juga infrastruktur jalan merupakan pilar yang menentukan kelancaran transportasi barang, jasa, manusia dan ekonomi yang menghubungkan dari satu zona ke zona yang lain.
Namun Hal tersebut nampak nya belum dapat dirasakan sepenuh nya oleh masyarakat Kampung Bauk Desa Karang Bolong Kecamatan Cigeulis kabupaten Pandeglang, karena kondisi akses Jalan untuk menuju kampung tersebut Rusak Parah dan tidak layak di lalui kendaraan, Jalan tersebut adalah Akses yang menghubungkan Kampung Karang Bolong menuju Kampung Lebak Jaha, Kampung Ceger dan Kampung Bauk sangat sulit di lewati Kendaran, Jalan yang di penuhi bongkahan batu dan bercampur lumpur disertai Kubangan Air sangat sulit untuk di lalui oleh kendaraan Roda empat maupun Roda dua, Hal tersebut dialami tim Ujungkulon FM saat berkunjung ke daerah tersebut, Minggu (02/01/2022).


Kendaraan Roda Empat yang ditumpangi Tim Ujungkulon mencoba untuk melalui jalan tersebut, Namun sebelum mencapai kampung Ceger dan Lebak Jaha Kendaraan tersebut tidak bisa melewati jalan yang Rusak Parah dan Akhirnya Putar Balik dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor.
Jarak dari Kampung Karang Bolong ke Kampung Bauk berjarak sekitar empat kilo meter ditempuh sekitar setengah jam, dengan susah payah dan sesekali di dorong.
Sarja (38 tahun) warga kampung Bauk mengatakan kepada Ujungkulon FM bahwa kondisi Jalan tersebut sangat menyiksa dan menguras tenaga, “Saya hampir tiap hari melewati jalan ini untuk mengangkut barang belanjaan dan hasil bumi ke pasar, Sangat tersiksa di jalan, apalagi saat musim hujan saya sering jatuh dan terperosok di lumpur jalan ini, sedih rasanya negara yang katanya udah maju tapi kami disini seperti belum merasakan kemajuan, “imbuh sarja.


Hal senada juga di katakan Mamat Gining (29 Tahun) saat bertemu tim Ujungkulon FM mengungkapkan kekesalan nya terhadap kondisi Jalan, “Gara gara kondisi Jalan seperti kubangan kebo begini.. usaha cari nafkah juga susah, mau ngejual hasil tani juga untung nya abis buat ongkos, mau ngurus surat ke kantor desa karang bolong aja naik ojek ongkos nya lima puluh ribu, kalau pulang pergi udah seratus ribu, pokoknya mah parah beh kang…Jalan ke Kampung kami mah belum merdeka. ” ungkap mamat dengan nada kesal.
Sementara itu menurut Ketua RT Kampung Bauk, Mistar (58 Tahun) mengatakan kepada Ujungkulon FM bahwa akses jalan tersebut terakhir di bangun sekitar 18 tahun yang lalu, itupun tidak di aspal hanya di beri batu dan split saja, dan semenjak itu tidak ada lagi upaya pembangunan atau perbaikan dari pemerintah Desa ataupun kecamatan dan kabupaten, saat ini upaya perbaikan jalan hanya mengandalkan Gotong Royong Warga Setiap hari minggu bergilir untuk memperbaiki jalan dengan menggunakan batu dan pasir hasil swadaya warga, belum ada sumbangan atau partisipasi dari pemerintah Desa setempat.
“Kami berharap pemerintah bisa merasakan keluhan kami disini, tolong lah disini ada sekitar 100 kepala keluarga yang harus di perhatikan kebutuhan transportasi dan ekonominya, setidak nya ada perhatian untuk warganya terutama untuk pembangunan jalan ini agar transportasi dan ekonomi masyarakat bisa terbantu, kami sudah bosan di berikan janji manis baik oleh calon kades saat mau pemilihan dan kami sudah kenyang di kasih janji oleh para Caleg saat mau Pemilu tapi tidak ada buktinya, yang kami harapkan saat ini adalah Realisasi agar jalan ini layak untuk di lalui masyarakat.” Tandas Mistar.(DL/Red)

About REDAKSI UJUNGKULON FM 65 Articles
- dari ujungkulon untuk indonesia -

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*