Perang Isu di Pilkada Pandeglang; KERJA NYATA vs PERUBAHAN

Oleh : Edi Suhaedi

(UJUNGKULON FM) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang telah melakukan tahapan kegiatan pengambilan nomor urut bagi Cabup/Cawabup Kabupaten Pandeglang periode 2020-2025 ( Rabu, 24/9/20). Pasangan Irna Narulita – Tanto W. Arban mendapatkan nomor urut 1, sementara pasanganThoni Fathoni Mukson – Imat Miftahul Tamamy nomor urut 2.

Bagi calon pemilih, sesungguhnya yang ditunggu bukan nomor urut itu. Mereka nyaris tak peduli berapapun nomor urut pasangan calon pemimpin Pandeglang yang hanya dua pasang ini. Pemilih hanya ingin kedua kandidat bekerja secara ikhlas ingin membangun Pandeglang ke arah yg lebih baik.

Pemilih juga sepertinya tidak terlalu tertarik pada pekik yel-yel pendukung masing-masing calon.
Yel-yel atau Jargon Sang petahana “Kerja Nyata”, “Sudah Terbukti”, “Satu Periode lagi” dan lain-lain sudah klasik dan klise bagi pemilih pandeglang.

Masyarakat pemilih kita sudah cerdas, sudah bosan dengan janji-janji yang di sampaikan baik melalui visi misi maupun media-media lainnya. Jargon kerja nyata dan satu periode lagi bagi petahana ini tak mengobati rasa kecewa Masyarakat. Pemilih hanya melihat dari bukti nyata di lapangan. Misalnya pengangguran yang semakin meningkat tajam akhir-akhir ini, kesehatan yang amburadul, kita sering dengar keluhan masyrakat tentang buruknya pelayanan RSUD berkah, Pendidikan, dan infrastruktur jalan yang tidak memuaskan.

Isu sentral tentang infrastruktur, pendidukan, dan kesehatanni ini adalah janji-janji lima tahun dulu waktu kampanye. Belum lagi belakangan ini tentang penanganan covid-19 yg di keluhkan para aktivis2 HMI, PMII, GMNI yang memberi raport merah bagi gugus tugas covid-19 dan pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Petahana seringkali mengobral janji akan menyelesaikan janji-janji yg belum terbukti untuk di selesaikan di priode ke dua lima tahun kedepan. Dengan pendekatan yang sangat humanis dan religius dengan bahasa Insya,Allah akan kita selesaikan di periode ke dua.

Sementara bagi penantang dengan jargon Perubahan (Bupati Baru Pandeglang Maju) juga masih harus diuji, walau memang belum pernah jadi Bupati. Pemilih bisa menguji melalu track record, dedikasi, dan keseriusan pilitik (political will) penantang benar-benar ingin membangun dan nemperbaiki kekurangan-kekurangan yang sudah dilakukan petahana, yakni ingin mensejahterakan warga. Di sini juga pemilih bisa menguji melalui rekam jejak, track record Sang penantang.

Sebagian mayarakat memang mengetahui rekam jejak Thoni Fathoni Mukson. Beliau beberapa periode menjadi anggota legislatit/ DPRD Kabupaten maupun Provinsi. Kita juga bisa melihat apa dan bagamna Thoni memerankan jabatannya utk masyarakat yang di wakilinya. Ini tentu butuh pembuktian dari penantang agar pemilih pandeglang punya referensi utk mengambil keputusan memilih dirinya atau tidak di 9 desember nanti.

Tentu tidak mudah bagi penantang, mengingat pemilih pandeglang sangat pragmatis, ingin melihat kerja nyata. Jawaban tim sukses Thoni Imat belum pernah jadi Bupati is oke, tapi bisa dilihat dari kemampuan, track record perjalanan karirnya. Misalkan Thoni pernah, dan hampir separoh hidupnya nengabdikan diri di legislatif, DPRD Kabupaten atau Provinsi. Apa yg nenonjol dan bisa diingat oleh calon pemilih.

Apalagi wakilnya Imat. Hampir sebagian besar pemilih pandeglang belum tahu latar belakang nya. Apa profesinya, rekam jejaknya hampir misterius, tiba-tiba muncul di hadapan publik
Pandeglang. Baru Belakangan ini ramai di pubik bahwa beliau adalah putra dari pejabat Kakanwil Kemenag Provinsi Banten.

Untuk Pandeglang lebih baik di era kepemimpinan lima tahun kedepan, mari kita lihat apakah Masyarakat Pandeglang lebih menyukai KERJA NYATA atau lebih menginginkan PERUBAHAN,… Hasilnya patut ditunggu. (FL/Red)

Edi Suhaedi adalah Ketua Jaringan Pemilih Pandeglang (JPP)

About REDAKSI UJUNGKULON FM 62 Articles
- dari ujungkulon untuk indonesia -

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*